TNI dan Warga Syukuran di Atas Jembatan Perintis Garuda, Orang Tua Asuh Prajurit: Kami Dapat Keluarga Baru

    TNI dan Warga Syukuran di Atas Jembatan Perintis Garuda, Orang Tua Asuh Prajurit: Kami Dapat Keluarga Baru
    Bangun Infrastruktur

    POLEWALI MANDAR – Suasana haru dan penuh keakraban mewarnai syukuran selesainya pembangunan Jembatan Perintis Garuda tipe Armco di Sungai Batu Sasi, Desa Sumarrang, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu (12/7/2026).

    Di atas jembatan sepanjang 13 meter yang baru rampung itu, prajurit TNI dan masyarakat duduk bersila menikmati hidangan sederhana. Bukan sekadar syukuran, momen tersebut menjadi simbol berakhirnya sebuah proses gotong royong yang selama berminggu-minggu mempertemukan TNI dan warga dalam satu keluarga.

    Jembatan Perintis Garuda yang merupakan program strategis Presiden Prabowo Subianto itu kini resmi dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperlancar akses ekonomi, pendidikan, dan pelayanan kesehatan.

    Dandim 1402/Polman Letkol Inf Ikhwan Arifin mengatakan pembangunan Jembatan Perintis Garuda di berbagai wilayah Polewali Mandar terus menunjukkan hasil yang menggembirakan. Salah satunya di Desa Sumarrang yang berhasil diselesaikan tepat waktu.

    "Alhamdulillah, satu per satu pembangunan Jembatan Perintis Garuda selesai dengan baik dan sudah bisa dimanfaatkan masyarakat. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah membuka konektivitas wilayah sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih mudah, " kata Letkol Ikhwan.

    Namun menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari berdirinya sebuah jembatan.

    "Selama proses pengerjaan, prajurit kami tinggal di rumah-rumah warga. Dari situlah terbangun kedekatan, saling mengenal, saling membantu, hingga akhirnya terjalin hubungan emosional yang sangat baik. Inilah makna kemanunggalan TNI dan rakyat yang sesungguhnya, " ujarnya.

    Kedekatan itu dirasakan langsung oleh Pua Hayati, warga Dusun Batu Sasi yang rumahnya ditempati beberapa prajurit selama proses pembangunan.

    Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku berat melepas para prajurit yang selama ini telah dianggap sebagai anak sendiri.

    "Awalnya kami menerima mereka sebagai tamu, tapi sekarang rasanya seperti keluarga sendiri. Mereka bukan hanya membangun jembatan, tetapi juga membangun hubungan yang sangat dekat dengan kami, " tuturnya.

    Selama berminggu-minggu, warga bergantian menyiapkan makanan, kopi hingga camilan bagi para prajurit. Sebaliknya, para anggota TNI ikut berbaur dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, membantu pekerjaan, bercengkerama, hingga salat berjamaah bersama warga.

    Bagi masyarakat Sumarrang, jembatan itu kini bukan hanya penghubung dua sisi sungai, tetapi juga menjadi pengingat bahwa kebersamaan mampu menghadirkan perubahan.

    "Kami sangat bersyukur. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah menghadirkan program ini. Akhirnya masyarakat Desa Sumarrang memiliki jembatan yang kokoh, indah, dan sangat kami impikan selama ini, " ujar Pua Hayati.

    Syukuran sederhana di atas Jembatan Perintis Garuda pun ditutup dengan doa bersama. Di tengah tawa dan obrolan hangat warga dengan prajurit, berdirilah sebuah jembatan yang tidak hanya menghubungkan jalan, tetapi juga mempererat persaudaraan antara TNI dan masyarakat. (Zik)

    polman polman
    M Ali Akbar

    M Ali Akbar

    Artikel Sebelumnya

    Kodim 1401/Majene Tuntaskan Jembatan Perintis...

    Artikel Berikutnya

    Perkuat Swasembada Pangan, Babinsa Kodim...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Kemarau Panjang, Petani Wonomulyo Polman Masih Panen 6-7 Ton Padi per Hektare
    Tak Kenal Waktu, Satgas Karhutla Kodim 1401/Majene Kembali Berjibaku Padamkan Si Jago Merah di Kelurahan Tande
    Sekjen APKLI Pastikan Ribuan Pimpinan Daerah Hadiri Pelantikan DPP APKLI di Jakarta
    Jawab Kebutuhan Air Warga, Babinsa Kodim 1427/Pasangkayu Bangun Sumur Bor di Kalibamba
    Sambut Peserta Long March SMA Taruna Pelita, Pangdam Siliwangi Tekankan Disiplin dan Pantang Menyerah

    Ikuti Kami